
(Camera!! Keep roll…and…ACTION !!! )
Oh no, so now The Devil didn’t wears Prada anymore…they’re wears jeans, short pants, high cut converse. Yes, The Devil Wears Casual Outfits now. Trapped in their cage from 9 am- 4 pm. DANG !!!
Inget film The Devil Wears Prada? Kira-kira seperti si Andy Sachs dalam scene-scene awal.Gak lebih dari 30 menit dalam film tersebutlah. Kurang lebihnya lho.And I’m totally wear the wrong outfit. Wrong hairstyle. Almost just like Andy Sachs. Accidentally wear the same color outfits & same terrible hair. Sepertinya ada yang salah.Entah dimananya.Salah pergaulan kayaknya,karena begitu balik badan,berhadapan dengan seorang kenalan lama yang untungnya lagi gak ngeliat kearah depan (karna ada saya persis depannya!!).Tapi untunglah sepertinya memang ada semacam kabut menghalangi antara kami,karena hampir beberapa kali saya tidak terlihat padahal dalam posisi mudah terlihat oleh orang tersebut. Wheew, bener-bener gak ada ide terlintas bahwa orang tersebut ada di tempat yang sama. Gak ada khayalan yang terlintas sedikit pun kalau hari itu bakal tertahan lama meskipun dengan proses sangat cepat. Soon, I already talk with the GM ! The General Manager who wears the casual outfits and I ask myself why he has to be so look alike my ex-lecturer-also-my-enemy. Another horror begins. Tapi sampai kapan bisa dihindari. Jadi sekalipun merasa takut,terintimidasi, tokh saya juga gak minat2 amat. So, persetanlah !! Take me as I am or not at all. Sayangnya kurang all out saat itu,mungkin karena sudah terbiasa terpaksa berperilaku sebagaimana seharusnya.
Karena begitu datang udah ketemu seorang kenalan lama,semangat jadi turun drastis.Semangat untuk balik arah sih iya,tapi udah terlanjur nyampe. Gak ada masalah sih dengan kenalan lama itu, tapi justru dengan siapa dia berkawan itu lah yang ingin dihindari. You know,gossip lebih cepat menyebar daripada fakta. Lebih cepat dari kura-kura lagi lomba lari bahkan.Tapi anehnya sekalipun minat turun drastis,tapi otak saat itu kok encer bener ya. Menghadapi hitung-hitungan tiba-tiba jadi pinter sendiri diantara yang lain.Waktu dibutuhin,kemana aja nih sempoa di otak.
Pas makan siang lebih tolol lagi,bersama seorang teman yang mau ke jokja sore itu juga,lebih milih makan junk food di mol sebrang yang mana harus turun naik jembatan penyebrangan. Waktu balik lagi setelah selesai menghabiskan uang buat makan makanan sampah,ternyata di samping gedung ada junk food juga!! Bahkan disamping persis! Buseet,kenapa kita berdua gak liat ya.
Waktu pulang,karena mendadak ada demo jadinya macet gak ketulungan.Coba kalau mendadak ada dangdutan,ditimpukin massa kali karena bikin macet aja. Saya udah bête aja nunggu angkutan buat pulang,tapi sejauh mata memandang gak ada.Akhirnya punya ide balik arah supaya bisa dapet bis dan bisa duduk.Nunggu sejam kok gak ada bis jurusan pulang ya,ada bis dengan nomor yang sama tapi arahnya kok beda.Tanya punya tanya ternyata sejak awal bulan februari udah gak lewat ditempat saya nunggu! Badak Jawa! Akhirnya balik lagi ketempat semula,gak persis didepannya sih,tapi cuma berjarak 200m dari gedung semula. Untungnya cuma nunggu 8menit,datanglah kereta kencana wungu yang menghantarkan saya pulang.
Di akhir hari,saya cuma bisa mencoba mengambil positifnya saja. Paling enggak udah ngobrol dengan sang GM, untung bisa menghindar dan tidak terlihat oleh kenalan lama, sekalipun buat makan siangnya harus menempuh jarak cukup jauh dan turun naik tangga bikin kaki lecet tapi anggap aja sekalian bakar lemak ‘kan abis makan sampah,dan ternyata tempat makan sampah yang di sebelah gedung katanya penuh (karena semua orang pada makan disitu ya),jadinya kan gak ketemu kenalan lama itu,trus soal salah tempat nunggu angkutan yah anggap aja sekalian jalan-jalan dan nambah pengetahuan soal trayek alternative,biar lain kali gak salah.Kan karena pernah salah kita jadi tahu mana yang benar.
Pesan moral kali ini adalah : “Ngaca lah sebelum jumpa dengan orang. Biasakan diri ke toilet terlebih dulu sebelum menghadiri meeting” ah itu teguran untuk hari itu. Selebihnya dari saya : “ Samakan dulu persepsi kita soal standard kerapihan”. Jadi, kalau ada sumur di ladang boleh kita jumpa lagi,tapi kalau gak ada sumur di ladang,saya ogah numpang mandi lagi.
(and….cut!)
0 comment:
Posting Komentar