Menikmati Hujan, Menikmati Segala Musim

Kenapa sih manusia gak bisa menikmati segala sesuatu seperti apa adanya pada waktunya. Menikmati hujan ketika musim hujan. Menikmati panas ketika kemarau tiba. Dan bukan sedih dan takut ketika hujan deras tak kunjung reda karena banjir pasti akan datang, mengeluh karena hujan gak pernah datang di musim kemarau tapi justru memaki-maki hujan yang terus-menerus di musim penghujan.Cucian yang susah kering ketika musim hujan, air bersih yang sulit didapat saat kemarau.

Semua dikeluhkan.Manusia makhluk pengeluh.

Kenapa kita tidak bisa menikmati banjir yang datang, longsor yang menutup akses jalan. Karena manusia bukan makhluk penikmat konsekuensi. Konsekuensi sebagai akibat perbuatan kolektif sebagai manusia.
Banjir datang karena manusia gak peduli sama alam.Manusia gak peduli sama alam karena manusia gak peduli sama sesamanya.Karena manusia makhluk yang egois. Keegoisan mencintai diri sendiri lah yang merusak diri sendiri. We destroy & ruined ourselves .
Gak perlu lagi dijelaskan kenapa banjir bisa datang, bagaimana longsor bisa terjadi. Kenapa sumber mata air bersih sulit didapat sekarang,terutama ketika kemarau datang. Sudah terlalu banyak penjelasan dan terlalu rutin disebutkan faktor-faktor penyebabnya. Alam menuntut keseimbangannya. Manusia sebagai pelaku harus menerima konsekuensi. Sayangnya, sekali lagi karena manusia bukan makhluk penikmat konsekuensi sejati, tak bisa menikmati hasil perbuatan buruknya sendiri merusak keseimbangan alam.

Mungkin karena itu manusia sulit merasa bahagia. Sulit menikmati sesuatu yang buruk sebagaimana kita menikmati yang baik.

0 comment:

Posting Komentar

 

Design in CSS by TemplateWorld and sponsored by SmashingMagazine
Blogger Template created by Deluxe Templatesedit byNJ!